Kembali
Meneladan Yesus, Sang Nabi, Raja, dan Imam dalam Masa Advent
Waktu Terbit 18 Desember 2024
Penulis Rosa Tri Setiani

Masa Advent merupakan waktu istimewa dalam kalender liturgi Gereja, di mana umat Kristiani mempersiapkan diri menyambut kedatangan Yesus Kristus, Sang Juruselamat dunia. Advent, yang berarti datang, bukan hanya menandai perayaan kelahiran Kristus di Natal, tetapi juga mengingatkan kita akan kedatangan-Nya yang kedua sebagai Raja yang mulia. Dalam masa ini, kita diajak untuk merenungkan peran Yesus sebagai NabiRaja, dan Imam, serta bagaimana kita bisa meneladan-Nya dalam kehidupan sehari-hari.

Yesus sebagai Nabi: Pewarta Kebenaran

Sebagai Nabi, Yesus datang untuk menyampaikan kebenaran ilahi dan membawa terang bagi dunia yang dikuasai oleh kegelapan dosa. Firman-Nya penuh kuasa, mengajar umat untuk bertobat, kembali kepada Allah, dan hidup dalam kasih. Yesus berkata:
"Aku telah datang ke dalam dunia sebagai terang, supaya setiap orang yang percaya kepada-Ku, jangan tinggal di dalam kegelapan." (Yohanes 12:46).

Dalam masa Advent ini, kita dipanggil untuk menjadi “nabi” di zaman modern:

  1. Menyuarakan kebenaran di tengah kebingungan moral.
  2. Mewartakan harapan bagi mereka yang putus asa.
  3. Membangun keadilan di mana ada ketidakadilan.

Meneladan Yesus sebagai Nabi berarti berani menyampaikan kebenaran Allah dengan penuh kasih, meski dalam situasi sulit.

Yesus sebagai Raja: Pemimpin yang Melayani

Berbeda dengan gambaran duniawi tentang kekuasaan, Yesus adalah Raja yang rendah hati. Ia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan memberikan nyawa-Nya sebagai tebusan bagi banyak orang (Markus 10:45). Kerajaan-Nya tidak berlandaskan kekuatan, melainkan kasih, keadilan, dan damai sejahtera.

Dalam masa Advent ini, kita diajak untuk meneladan kepemimpinan Yesus sebagai Raja:

  1. Melayani dengan rendah hati dalam keluarga, komunitas, dan pekerjaan.
  2. Memilih jalan kasih daripada egoisme dan keangkuhan.
  3. Membangun Kerajaan Allah melalui tindakan nyata: membantu yang miskin, sakit, dan tersisih.

Yesus mengajarkan bahwa kekuasaan sejati ada dalam kasih yang rela berkorban.

Yesus sebagai Imam: Pengantara Keselamatan

Sebagai Imam Agung, Yesus adalah pengantara antara Allah dan manusia. Melalui pengorbanan-Nya di kayu salib, Ia mempersembahkan diri sebagai korban yang sempurna demi menebus dosa-dosa umat manusia. Dalam surat Ibrani, dikatakan:
"Kristus Yesus, Imam Besar yang mengerti kelemahan kita, telah mempersembahkan diri-Nya sebagai korban yang hidup dan kudus." (Ibrani 4:15).

Dalam masa Advent ini, kita dipanggil untuk meneladan Yesus sebagai Imam dengan:

  1. Mempersembahkan hidup kita sebagai korban rohani yang berkenan bagi Allah melalui doa, puasa, dan karya kasih.
  2. Membangun relasi dengan Allah melalui doa yang lebih mendalam.
  3. Menjadi pengantara doa bagi sesama, khususnya mereka yang menderita.

Dengan meneladan Yesus, kita belajar bahwa hidup kita adalah persembahan suci kepada Allah.

Penutup: Menjadi Murid Kristus di Masa Advent

Masa Advent adalah undangan bagi kita untuk berbenah diri, menyiapkan hati dengan sungguh-sungguh, dan meneladan Yesus sebagai NabiRaja, dan Imam. Dengan meneladan-Nya, kita tidak hanya menantikan kedatangan-Nya di malam Natal, tetapi juga mempersiapkan diri menyambut kedatangan-Nya yang kedua dalam kemuliaan.

Mari kita wujudkan keteladanan ini dalam tindakan nyata:

  • Menjadi nabi yang membawa kebenaran dan harapan.
  • Menjadi raja yang melayani dengan rendah hati.
  • Menjadi imam yang mempersembahkan hidup kita bagi Allah dan sesama.

Dengan demikian, terang Kristus akan bersinar melalui hidup kita, dan kita pun siap menyambut-Nya, Sang Terang Dunia, di hari Natal yang penuh sukacita.

"Marilah kita hidup sopan, seperti pada siang hari... kenakanlah Tuhan Yesus Kristus sebagai perlengkapan senjata terang." (Roma 13:12,14).