Paus Fransiskus, dalam pertemuannya dengan sidang pleno Komisi Teologi Kepausan, mengingatkan para teolog untuk senantiasa menjaga sukacita dan humor, bahkan saat menghadapi studi-studi teologi yang mendalam dan serius.
Beliau menekankan bahwa Roh Kudus adalah sumber kebahagiaan sejati, yang dapat membantu para teolog menjalani tugas mereka dengan hati yang ringan, penuh sukacita, dan optimisme. “Roh Kudus adalah Dia yang membantu kita dalam dimensi sukacita dan humor yang baik ini,” ujar Paus Fransiskus.
Teologi yang Membawa Sukacita
Paus menekankan bahwa sukacita dan humor bukanlah sesuatu yang bertentangan dengan keseriusan studi teologi. Sebaliknya, kedua hal tersebut menjadi pendamping penting dalam menjelajahi misteri iman. Dengan sukacita, para teolog dapat mendekati refleksi teologis secara lebih manusiawi dan membumi, membuatnya lebih relevan bagi umat beriman.
Beliau juga mengingatkan bahwa studi teologi adalah tentang mengenal Allah lebih dalam melalui Kristus dan membawa pesan kasih Allah kepada dunia. Untuk itu, sikap yang penuh sukacita dan humor dapat membantu teologi menjadi jembatan antara intelektualitas dan hati.
Menemukan Wajah Allah di Dalam Kehidupan Sehari-Hari
Paus Fransiskus menegaskan bahwa studi teologi tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga harus menjadi sarana untuk menjembatani iman dan kehidupan sehari-hari. Dalam Kristus, umat manusia menemukan wajah Allah yang penuh kasih dan, sekaligus, menemukan makna menjadi saudara dan saudari dalam satu keluarga besar.
Dalam dunia yang sering diliputi konflik dan ketegangan, Paus mendorong para teolog untuk menjadi saksi sukacita Injil, yang tidak hanya dirasakan dalam kata-kata tetapi juga dalam sikap hidup yang membawa damai dan persaudaraan.
Rasa Humor sebagai Cerminan Iman yang Sehat
Paus Fransiskus telah lama menekankan pentingnya rasa humor dalam kehidupan rohani. Dalam banyak kesempatan, beliau menggambarkan rasa humor sebagai tanda iman yang sehat, karena menunjukkan kepercayaan penuh kepada Allah di tengah tantangan kehidupan. Humor juga menjadi cara untuk memandang hidup dengan kerendahan hati dan pengharapan yang teguh pada penyelenggaraan ilahi.
Sebagai penutup, Paus Fransiskus mendorong para teolog untuk tidak hanya menghasilkan refleksi yang mendalam tetapi juga menghadirkan harapan, sukacita, dan humor kepada umat beriman melalui pekerjaan mereka. Dalam semangat ini, teologi dapat menjadi alat yang hidup dan efektif dalam memperkuat iman Gereja di tengah dunia.
Disarikan dari Vatican News