Kembali
Paus Leo XIV: Kebangkitan Kristus Adalah Obat bagi Kesedihan
Waktu Terbit 23 Oktober 2025
Penulis Jihan Nenci Meilinda
Dalam audiensi umum di Lapangan Basilika St. Petrus, Rabu (22/10), Paus Leo XIV merenungkan makna Kebangkitan Yesus Kristus sebagai sumber harapan yang mampu menyembuhkan kesedihan dan mengubah pandangan hidup manusia. Beliau menegaskan bahwa Kebangkitan Kristus meupakan misteri iman yang “tidak akan pernah selesai untuk direnungkan,” karena di dalamnya terdapat terang yang luar biasa dan memikat.
Paus menyoroti bahwa kesedihan adalah salah satu tantangan besar dunia modern. “Kesedihan mencuri makna dan semangat hidup,” ujarnya. Ia menggambarkannya sebagai perasaan rapuh yang perlahan mengikis sukacita dan membuat hidup terasa tanpa arah. Dengan mengacu pada kisah dua murid di jalan menuju Emaus (Luk. 24:13-35), Paus menjelaskan bagaimana kebangkitan Yesus mampu menyingkirkan kesedihan terdalam manusia.
“Ketika para murid berhenti karena duka dan kehilangan harapan, Yesus yang bangkit hadir sebagai seorang asing yang mengubah pandangan mereka,” tutur Paus. Dalam perjamuan roti, mata hati mereka terbuka kembali dan api sukacita menyala di dalam diri mereka.
Menurut Paus Leo XIV, pengalaman para murid Emaus itu menjadi cerminan perjalanan rohani setiap orang beriman. “Kata-kata Yesus bukan hanya penghiburan, tetapi juga kekuatan yang menyalakan kembali harapan,” tegasnya. 
Paus menutup refleksinya dengan ajakan agar umat Kristiani memandang dunia dengan mata iman yang diterangi oleh kebangkitan. “Yesus yang bangkit mengubah cara kita melihat hidup, mengisi kekosongan dengan harapan, dan mengusir kesedihan,” ujarnya. “Sejarah masih menyimpan banyak kebaikan untuk kita harapkan.”

Sumber: Gussie, K. (2025, 22 Oktober). Pope at Audience: The Resurrection is the remedy to sadness. Vatican News. https://www.vaticannews.va/en/pope/news/2025-10/pope-at-general-audience-resurrection-is-the-remedy-to-sadness.html 
Mungkin Anda Tertarik
Pesan Hari Doa Panggilan Sedunia 2026: Menemukan Anugerah Allah di Kedalaman Hati
Artikel ini merangkum pesan Paus Leo XIV untuk Hari Doa Panggilan Sedunia 2026, yang menekankan bahwa panggilan adalah anugerah Allah yang ditemukan dalam keheningan dan relasi pribadi dengan Kristus. Paus mengajak umat, terutama kaum muda, untuk membuka diri lewat doa, Kitab Suci, dan kehidupan sakramental, serta meneladani Santo Yosef dalam mempercayakan diri pada Allah.
UNICEF Serukan Penghentian Perang di Timur Tengah karena Anak-Anak Menanggung Dampak Terburuk
Artikel ini menyoroti seruan mendesak UNICEF untuk menghentikan perang di Timur Tengah yang menyebabkan penderitaan besar bagi lebih dari 1,2 juta anak yang mengungsi di Iran dan Lebanon. UNICEF memperingatkan bahwa ribuan anak telah menjadi korban tewas atau terluka, sementara jutaan lainnya terpaksa meninggalkan rumah mereka akibat pengeboman tanpa henti. Ted Chaiban, Wakil Direktur Eksekutif UNICEF, menegaskan bahwa anak-anak kini menanggung beban krisis paling berat, dengan rumah, sekolah, dan fasilitas penting hancur serta kebutuhan kemanusiaan yang jauh melampaui bantuan yang tersedia. UNICEF meminta gencatan senjata segera, perlindungan warga sipil, akses kemanusiaan tanpa hambatan, dan dukungan pendanaan mendesak agar generasi anak yang terdampak tidak kehilangan masa depan.
Paus Leo XIV: Pesawat Seharusnya Membawa Damai, Bukan Perang dan Kehancuran
Dalam audiensi bersama ITA Airways dan Lufthansa Group, Paus Leo XIV menyampaikan apresiasi atas layanan profesional mereka dalam mendukung perjalanan apostolik Paus, sekaligus menegaskan bahwa pesawat seharusnya menjadi sarana perdamaian, bukan alat penghancur di medan perang. Paus menyoroti ironi bahwa teknologi penerbangan, yang seharusnya memajukan kemanusiaan, masih sering digunakan untuk serangan udara yang membawa ketakutan dan kehancuran. Ia menegaskan bahwa rute perjalanan Paus selalu dimaksudkan sebagai jembatan dialog dan persaudaraan, serta mengajak dunia untuk membangun “rute-rute damai di langit.”