Kembali
Paus Leo XIV kepada Neokatekumenal: Jadilah Pembangun dan Saksi Persatuan
Waktu Terbit 20 Januari 2026
Penulis Jihan Nenci Meilinda
Paus Leo XIV bertemu dengan para pemimpin dan anggota Neocatechumenal Way (Jalan Neokatekumenal) di Vatikan pada Senin, 19 Januari 2026. Dalam pertemuan tersebut, Paus menyampaikan apresiasi sekaligus pesan mendalam agar mereka terus setia pada misi pewartaan Injil sambil menjadi saksi persatuan dalam Gereja.
Dalam sambutannya, Paus Leo XIV mengungkapkan rasa terima kasih atas karya dan kesaksian Neokatekumenal Way yang telah menyebarkan Injil ke berbagai belahan dunia. Ia mendorong mereka untuk melangkah maju dengan penuh sukacita dan kerendahan hati, tanpa menutup diri dari sesama.
“Majulah dalam sukacita dan kerendahan hati, tanpa menutup diri, sebagai pembangun dan saksi persekutuan. Gereja mendampingi kalian, mendukung kalian, dan bersyukur atas apa yang kalian lakukan,” tegas Paus.

Mengenal Neokatekumenal Way
Neokatekumenal Way merupakan suatu itinerarium pembinaan iman Katolik yang didirikan di Spanyol pada tahun 1960-an oleh Kiko Argüello dan Carmen Hernández. Gerakan ini terdiri dari komunitas-komunitas kecil yang menjalani proses pendalaman iman melalui penemuan kembali makna baptisan.
Saat ini, Neokatekumenal Way hadir di 139 negara dengan lebih dari 20.000 komunitas di seluruh dunia. Pertemuan dengan Paus dihadiri oleh ratusan peserta, termasuk para uskup, imam, serta tim internasional yang memimpin gerakan ini, yakni Kiko Argüello, María Ascensión Romero, dan Pastor Mario Pezzi.

Membangkitkan Sukacita Iman
Paus Leo XIV menyoroti karisma misioner Neokatekumenal Way yang ia sebut sebagai “kontribusi berharga bagi kehidupan Gereja.” Secara khusus, ia memberikan apresiasi kepada keluarga-keluarga yang dengan berani meninggalkan kenyamanan hidup mereka demi misi pewartaan Injil.
“Kalian pergi bahkan ke wilayah yang jauh dan sulit, dengan satu tujuan, yakni mewartakan Injil dan menjadi saksi kasih Allah,” ujar Paus.
Beliau menekankan bahwa tim-tim misioner yang terdiri dari keluarga, katekis, dan imam turut ambil bagian dalam perutusan Gereja universal. Mengutip Paus Fransiskus, Paus Leo menyebut bahwa karya mereka mampu “membangkitkan kembali iman” baik bagi mereka yang belum mengenal Kristus maupun bagi umat yang telah dibaptis tetapi melupakan imannya.
Menurut Paus Leo XIV, Neokatekumenal Way telah “menyalakan kembali api Injil” di tempat-tempat di mana iman hampir padam, sekaligus mendampingi banyak komunitas agar kembali menemukan sukacita iman dan keindahan mengenal Yesus Kristus.

Menjadi Saksi Persatuan
Dalam pesannya, Paus Leo XIV mengingatkan pentingnya kewaspadaan batin dan sikap kritis dalam kehidupan rohani. Ia menegaskan bahwa melalui Sakramen Baptis, semua umat disatukan dalam satu Tubuh Kristus.
“Setiap karisma diberikan demi perutusan Gereja. Tidak ada satu pun karunia yang lebih penting dari yang lain, kecuali kasih yang menyempurnakan semuanya,” jelas Paus.
Beliau menegaskan bahwa karisma harus ditempatkan dalam pelayanan bagi Kerajaan Allah dan Gereja yang satu, bukan untuk merasa lebih unggul atau menyingkirkan mereka yang berbeda pandangan. Karena itu, Paus mengajak anggota Neokatekumenal Way untuk sungguh menjadi saksi persatuan di dalam Gereja.

Menghindari Kekakuan dan Moralisme
Paus juga mengingatkan agar karya pewartaan Injil dijalankan tanpa kekakuan, paksaan, dan sikap moralis yang berlebihan. Mengutip Santo Paulus, Paus menegaskan, “Di mana Roh Tuhan berada, di situ ada kebebasan” (2 Kor. 3:17).
Paus menekankan bahwa pewartaan, katekese, dan pelayanan pastoral harus membawa pembebasan batin, bukan rasa bersalah atau ketakutan. Spiritualitas Neokatekumenal Way hendaknya tetap terintegrasi dalam kehidupan paroki dan bersatu dengan para imam serta uskup setempat.
Menutup pertemuan, Paus Leo XIV memberikan berkat apostolik dan mengucapkan terima kasih atas kesaksian iman yang penuh sukacita serta pelayanan mereka bagi Gereja dan dunia. “Teruslah melangkah dengan semangat dan sukacita,” pesan Paus.

Sumber:
Carvalho, I. H. de. (2026, January 19). Pope to Neocatechumenal Way: Be builders and witnesses of communion. Vatican News.
Mungkin Anda Tertarik
Paus Leo XIV: Teknologi Harus Melayani Martabat Manusia
Artikel ini mengulas pesan Paus Leo XIV dalam rangka Hari Komunikasi Sosial Sedunia ke-60 yang menegaskan bahwa perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan harus selalu berorientasi pada martabat manusia. Paus menyoroti tantangan antropologis di era AI, pentingnya menjaga identitas dan relasi manusia yang autentik, serta menyerukan tanggung jawab bersama dan pendidikan literasi digital agar teknologi sungguh melayani kebaikan bersama sebagai sarana pewartaan dan komunikasi yang manusiawi.
Paus Leo XIV: Kita Adalah Anak-Anak Allah yang Dikasihi
Dalam katekese Audiensi Umum, Paus Leo XIV menegaskan bahwa inti iman Kristiani adalah keyakinan bahwa manusia adalah anak-anak Allah yang dikasihi. Dengan merujuk pada Dei Verbum, Paus mengajak umat untuk memahami wahyu Allah sebagai relasi kasih yang hidup, yang mencapai kepenuhannya dalam Yesus Kristus. Melalui kemanusiaan Yesus, wajah Allah sebagai Bapa diungkapkan, dan umat diajak hidup dalam pengharapan bahwa tidak ada apa pun yang dapat memisahkan mereka dari kasih Allah.
Pesan Paus Leo XIV pada Hari Orang Sakit Sedunia 2026
Artikel ini mengulas pesan Paus Leo XIV dalam rangka Hari Orang Sakit Sedunia ke-34 dengan tema “Belarasa Orang Samaria: Mengasihi dengan Menanggung Derita Sesama.” Paus mengajak umat beriman untuk meneladani sikap Orang Samaria yang baik hati dalam Injil Luk. 10:25-37, yaitu kepekaan terhadap penderitaan sesama dan keberanian untuk bertindak. Melalui refleksi biblis dan ajaran Gereja, artikel ini menegaskan bahwa kasih sejati diwujudkan melalui kehadiran, kepedulian, serta pendampingan bagi mereka yang sakit dan menderita. Pesan Paus juga menyoroti pentingnya solidaritas, pelayanan pastoral, dan peran komunitas sebagai wujud nyata kasih Kristus dalam kehidupan sehari-hari.