Kembali
Paus Leo XIV: Teknologi Harus Melayani Martabat Manusia
Waktu Terbit 26 Januari 2026
Penulis Jihan Nenci Meilinda

Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), Paus Leo XIV menegaskan bahwa inovasi teknologi harus selalu diarahkan untuk melayani manusia, bukan menggantikan atau mereduksi martabatnya. Penegasan ini disampaikan Paus dalam Pesannya untuk Hari Komunikasi Sosial Sedunia ke-60, yang akan diperingati pada 17 Mei 2026.

Mengawali pesannya, Paus Leo XIV menyoroti makna mendalam dari wajah dan suara manusia. Menurut Paus, wajah dan suara merupakan ciri unik setiap pribadi dan menjadi dasar identitas serta relasi antarmanusia. Dalam konteks iman Kristiani, manusia diciptakan menurut gambar dan rupa Allah serta dipanggil untuk membangun relasi melalui Sabda. Karena itu, menjaga keutuhan wajah dan suara berarti melindungi jejak ilahi yang melekat pada setiap pribadi manusia serta menegaskan bahwa setiap hidup memiliki panggilan yang tak tergantikan.


Tantangan Antropologis Teknologi

Paus Leo XIV mengingatkan bahwa tantangan terbesar dari perkembangan teknologi digital, khususnya kecerdasan buatan yang mampu meniru wajah, suara, bahkan emosi manusia, bukanlah sekadar persoalan teknis, melainkan persoalan antropologis. Yang dipertaruhkan adalah identitas manusia dan keaslian relasi antarpersonal.

Ia menyoroti bagaimana algoritma media sosial sering kali mendorong reaksi emosional yang cepat dibandingkan refleksi yang mendalam. Akibatnya, kemampuan berpikir kritis melemah dan polarisasi sosial semakin menguat. Selain itu, ketergantungan yang berlebihan pada kecerdasan buatan dalam bidang informasi, kreativitas, dan pengambilan keputusan berisiko mengikis daya analisis, imajinasi, serta tanggung jawab pribadi manusia.

Antara Realitas dan Simulasi

Dalam dunia digital yang semakin kompleks, Paus juga menyinggung kesulitan membedakan antara realitas dan simulasi. Agen otomatis dan chatbot, misalnya, mampu memengaruhi opini publik, pilihan pribadi, serta respons emosional manusia. Situasi ini tidak hanya berdampak pada individu, tetapi juga pada kehidupan sosial dan budaya secara lebih luas.

Menurut Paus Leo XIV, ketika relasi manusia semakin dimediasi oleh teknologi yang mensimulasikan kehadiran dan komunikasi, ada risiko bahwa dimensi kemanusiaan yang otentik justru terpinggirkan.


Tanggung Jawab Bersama dan Kerja Sama

Menghadapi tantangan tersebut, Paus Leo XIV menekankan pentingnya tanggung jawab, kerja sama, dan pendidikan. Para pengembang teknologi, pemimpin politik, pekerja media, serta pendidik dipanggil untuk bersama-sama menjunjung tinggi transparansi, melindungi martabat manusia, dan menjamin integritas informasi.

Paus menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor dan institusi sangat diperlukan agar inovasi digital dapat diarahkan demi kebaikan bersama, bukan sekadar kepentingan ekonomi atau kekuasaan.


Pentingnya Literasi Media dan Digital

Sebagai penutup, Paus Leo XIV menekankan urgensi pendidikan literasi media, informasi, dan kecerdasan buatan. Pendidikan ini bertujuan menumbuhkan kesadaran kritis, melindungi identitas pribadi, serta membangun budaya komunikasi yang bertanggung jawab.

Dengan memperbarui kepedulian terhadap wajah dan suara manusia, Paus menegaskan bahwa dimensi manusiawi komunikasi harus tetap menjadi pusat perhatian. Hanya dengan demikian, kemajuan teknologi dapat benar-benar diarahkan untuk melayani manusia dan menjaga martabatnya sebagai citra Allah.

 

Sumber

Vatican News. (2026, 25 Januari). Pope Leo: Technology must serve the human person, not replace it.

Mungkin Anda Tertarik
Paus Leo XIV: Kita Adalah Anak-Anak Allah yang Dikasihi
Dalam katekese Audiensi Umum, Paus Leo XIV menegaskan bahwa inti iman Kristiani adalah keyakinan bahwa manusia adalah anak-anak Allah yang dikasihi. Dengan merujuk pada Dei Verbum, Paus mengajak umat untuk memahami wahyu Allah sebagai relasi kasih yang hidup, yang mencapai kepenuhannya dalam Yesus Kristus. Melalui kemanusiaan Yesus, wajah Allah sebagai Bapa diungkapkan, dan umat diajak hidup dalam pengharapan bahwa tidak ada apa pun yang dapat memisahkan mereka dari kasih Allah.
Pesan Paus Leo XIV pada Hari Orang Sakit Sedunia 2026
Artikel ini mengulas pesan Paus Leo XIV dalam rangka Hari Orang Sakit Sedunia ke-34 dengan tema “Belarasa Orang Samaria: Mengasihi dengan Menanggung Derita Sesama.” Paus mengajak umat beriman untuk meneladani sikap Orang Samaria yang baik hati dalam Injil Luk. 10:25-37, yaitu kepekaan terhadap penderitaan sesama dan keberanian untuk bertindak. Melalui refleksi biblis dan ajaran Gereja, artikel ini menegaskan bahwa kasih sejati diwujudkan melalui kehadiran, kepedulian, serta pendampingan bagi mereka yang sakit dan menderita. Pesan Paus juga menyoroti pentingnya solidaritas, pelayanan pastoral, dan peran komunitas sebagai wujud nyata kasih Kristus dalam kehidupan sehari-hari.
Paus Leo XIV kepada Neokatekumenal: Jadilah Pembangun dan Saksi Persatuan
Artikel ini mengulas pertemuan Paus Leo XIV dengan Neokatekumenal Way, di mana Paus mengapresiasi karya misioner mereka sekaligus mengajak untuk menjadi saksi persatuan dalam Gereja. Paus menekankan pentingnya menghindari kekakuan dan moralisme dalam pewartaan, serta hidup dalam semangat kebebasan, kasih, dan persekutuan.