Kembali
Pesan Paus Leo XIV pada Hari Orang Sakit Sedunia 2026
Waktu Terbit 21 Januari 2026
Penulis Jihan Nenci Meilinda

Paus Leo XIV merilis pesan resmi untuk memperingati Hari Orang Sakit Sedunia ke-34 yang akan dirayakan pada 11 Februari 2026 di Chiclayo, Peru. Dalam pesannya yang bertema “Belaskasihan Orang Samaria: Mengasihi dengan Menanggung Derita Sesama”, Paus mengajak seluruh umat beriman untuk kembali merenungkan makna belas kasih sejati melalui perumpamaan Orang Samaria yang Baik Hati (Luk. 10:25-37).

Pesan yang ditandatangani pada 13 Januari 2026 ini mengajak umat Kristiani untuk tidak sekadar bersimpati, tetapi benar-benar terlibat dalam penderitaan sesama. Bagi Paus, figur Orang Samaria merupakan gambaran kasih yang selalu relevan dan penting untuk menghidupkan kembali keindahan cinta kasih dan dimensi sosial dari belas kasih. Melalui teladan ini, perhatian umat diarahkan kepada mereka yang menderita, terutama orang-orang sakit.

Dalam Injil Luk. 10:25-37, Yesus menceritakan kisah seorang pria yang dirampok dan dibiarkan sekarat di jalan antara Yerusalem dan Yerikho. Seorang imam dan seorang Lewi melewatinya tanpa menolong, tetapi seorang Samaria justru berhenti, merawat luka-lukanya, dan membawanya ke penginapan. Paus Leo XIV mengajak umat membaca kisah ini dalam terang ensiklik Fratelli Tutti karya Paus Fransiskus tentang persaudaraan manusia dan persahabatan sosial. Di sana ditegaskan bahwa belas kasih bukan sekadar usaha pribadi, tetapi harus terwujud dalam relasi nyata dengan sesama dan dengan Allah sendiri.


Sukacita dalam Kehadiran dan Kedekatan

Paus menekankan bahwa kasih sejati tidak bersifat pasif. Orang Samaria tidak sekadar melihat, tetapi memandang dengan penuh perhatian dan bertindak. Sikap ini mencerminkan pandangan Yesus sendiri. Menjadi sesama tidak ditentukan oleh kedekatan fisik atau status sosial, melainkan oleh keputusan untuk mengasihi. Umat Kristiani dipanggil untuk menjadi sesama bagi mereka yang menderita, mengikuti teladan Kristus sebagai “Orang Samaria Ilahi” yang mendekati umat manusia yang terluka.

Dalam dunia yang serba cepat dan individualistis, Paus mengingatkan bahwa budaya terburu-buru sering membuat orang acuh terhadap penderitaan sekitar. Namun justru dalam situasi ini, manusia dapat menemukan sukacita sejati ketika berhenti dan hadir bagi sesama yang membutuhkan.


Misi Bersama Merawat yang Sakit

Paus Leo XIV juga berbagi pengalaman pribadinya sebagai misionaris dan Uskup di Peru. Beliau menyaksikan banyak orang yang hidup dalam semangat belas kasih, seperti anggota keluarga, tenaga kesehatan, tetangga, serta pelayan pastoral yang setia menemani mereka yang sakit. Menurutnya, ketika seseorang memberi dari apa yang ia miliki, belas kasih memperoleh dimensi sosial yang melampaui usaha individual.

Dalam Seruan Apostolik Dilexi Te, Paus menegaskan bahwa pelayanan kepada orang sakit bukan hanya bagian penting dari misi Gereja, tetapi merupakan tindakan gerejawi yang otentik. Beliau juga mengutip Santo Siprianus yang menyatakan bahwa cara sebuah masyarakat memperlakukan orang sakit mencerminkan kesehatan moral masyarakat itu sendiri.


Digerakkan oleh Kasih kepada Allah

Mengutip perintah utama kasih dalam Injil Lukas (Luk. 10:27), Paus menegaskan bahwa cinta kepada sesama merupakan bukti nyata cinta kepada Allah. Melayani sesama berarti mengasihi Allah melalui perbuatan konkret. Paus juga mengingatkan ajaran Paus Benediktus XVI bahwa manusia hanya menemukan jati dirinya dalam relasi dengan sesama dan dengan Allah.

Bagi Paus, obat sejati bagi luka-luka kemanusiaan adalah gaya hidup yang berakar pada kasih persaudaraan yang bersumber dari cinta kepada Allah. Beliau berharap agar semangat “Orang Samaria” ini terus hidup dalam gaya hidup Kristiani.


Doa dan Berkat Apostolik

Paus Leo XIV mengajak umat berdoa kepada Bunda Maria, Bunda Orang Sakit, agar semua yang menderita mendapatkan penghiburan dan kekuatan. Beliau menutup pesannya dengan mendoakan para pasien, keluarga mereka, tenaga medis, serta para pelayan pastoral, seraya memberikan Berkat Apostolik sebagai tanda kasih Gereja bagi mereka semua.


Sumber:

Lubov, D. C. (2026, Januari 20). Pope’s World Day of Sick message: Love by bearing another's pain. Vatican News.

Link: https://www.vaticannews.va/en/pope/news/2026-01/pope-s-world-day-of-sick-message-the-compassion-of-samaritan1.html 

Mungkin Anda Tertarik
Paus Leo XIV: Teknologi Harus Melayani Martabat Manusia
Artikel ini mengulas pesan Paus Leo XIV dalam rangka Hari Komunikasi Sosial Sedunia ke-60 yang menegaskan bahwa perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan harus selalu berorientasi pada martabat manusia. Paus menyoroti tantangan antropologis di era AI, pentingnya menjaga identitas dan relasi manusia yang autentik, serta menyerukan tanggung jawab bersama dan pendidikan literasi digital agar teknologi sungguh melayani kebaikan bersama sebagai sarana pewartaan dan komunikasi yang manusiawi.
Paus Leo XIV: Kita Adalah Anak-Anak Allah yang Dikasihi
Dalam katekese Audiensi Umum, Paus Leo XIV menegaskan bahwa inti iman Kristiani adalah keyakinan bahwa manusia adalah anak-anak Allah yang dikasihi. Dengan merujuk pada Dei Verbum, Paus mengajak umat untuk memahami wahyu Allah sebagai relasi kasih yang hidup, yang mencapai kepenuhannya dalam Yesus Kristus. Melalui kemanusiaan Yesus, wajah Allah sebagai Bapa diungkapkan, dan umat diajak hidup dalam pengharapan bahwa tidak ada apa pun yang dapat memisahkan mereka dari kasih Allah.
Paus Leo XIV kepada Neokatekumenal: Jadilah Pembangun dan Saksi Persatuan
Artikel ini mengulas pertemuan Paus Leo XIV dengan Neokatekumenal Way, di mana Paus mengapresiasi karya misioner mereka sekaligus mengajak untuk menjadi saksi persatuan dalam Gereja. Paus menekankan pentingnya menghindari kekakuan dan moralisme dalam pewartaan, serta hidup dalam semangat kebebasan, kasih, dan persekutuan.