Kembali
Paus Leo XIV: Pesawat Seharusnya Membawa Damai, Bukan Perang dan Kehancuran
Waktu Terbit 24 Maret 2026
Penulis Jihan Nenci Meilinda

Paus Leo XIV menyampaikan apresiasi kepada maskapai ITA Airways, maskapai nasional Italia, atas layanan mereka dalam mendukung perjalanan apostolik Paus ke berbagai negara. Dalam audiensi bersama para eksekutif dan staf ITA Airways serta perwakilan dari Lufthansa Group, Paus menegaskan bahwa pesawat seharusnya menjadi sarana perdamaian, bukan alat yang membawa ketakutan dan kehancuran di tengah konflik bersenjata.

 

Apresiasi untuk ITA Airways dalam Misi Kepausan

Hanya beberapa minggu sebelum perjalanan apostoliknya ke empat negara di Afrika, Paus Leo XIV mengenang peran panjang maskapai Italia dalam mendukung perjalanan para Paus, mulai dari Paus St. Paulus VI hingga saat ini. Paus memuji profesionalitas dan dedikasi para kru yang mampu menciptakan suasana yang tenang dan penuh rasa hormat selama penerbangan, baik bagi Paus, rombongan, maupun jurnalis yang meliput perjalanan tersebut.

Menurut Paus, pelayanan tersebut membantu menjadikan setiap perjalanan apostolik sebagai momen penuh kedekatan dan persaudaraan, serta memperlihatkan bahwa misi penerus Santo Petrus adalah hadir sebagai “pembawa damai” bagi bangsa-bangsa.

 

Pesawat sebagai Simbol Misi Perdamaian

Paus Leo XIV menegaskan bahwa penerbangan kepausan adalah simbol kuat dari misi Gereja untuk membangun jembatan dialog, perjumpaan, dan persaudaraan. Rute perjalanan Paus, katanya, selalu dimaksudkan untuk menjadi jembatan perdamaian, bukan sumber ketegangan.

Meski begitu, Paus menyayangkan kenyataan bahwa pesawat juga kerap digunakan dalam konflik sebagai alat penghancur yang membawa teror dari langit. Paus menegaskan, “Pesawat seharusnya selalu menjadi pembawa damai, bukan perang!”

Kecaman terhadap Serangan Udara

Dalam refleksinya, Paus mengingatkan kembali tentang tragedi pemboman udara pada Perang Dunia dan berbagai konflik modern yang masih memakan korban hingga saat ini. Paus menilai bahwa setelah pengalaman memilukan abad ke-20, pemboman udara semestinya sudah dihapuskan selamanya.

“Teknologi yang seharusnya menjadi kemajuan justru sering dimanfaatkan untuk peperangan. Ini bukan kemajuan, tetapi kemunduran,” tegas Paus.

 

Membangun Rute-Rute Damai di Langit

Di akhir pesannya, Paus Leo XIV kembali mengucapkan terima kasih kepada ITA Airways yang terus mendukungnya dalam tugas untuk mewartakan Injil damai. Dalam situasi dunia yang penuh konflik, katanya, semakin penting bagi Gereja untuk terus membangun dan menelusuri “rute-rute perdamaian di langit.”

 

Sumber: Watkins, D. (2026, 23 Maret). Pope Leo XIV: Planes should bring peace, not war and destruction. Vatican News.
Link: https://www.vaticannews.va/en/pope/news/2026-03/pope-leo-xiv-ita-airways-papal-journeys-audience.html

Mungkin Anda Tertarik
Pesan Hari Doa Panggilan Sedunia 2026: Menemukan Anugerah Allah di Kedalaman Hati
Artikel ini merangkum pesan Paus Leo XIV untuk Hari Doa Panggilan Sedunia 2026, yang menekankan bahwa panggilan adalah anugerah Allah yang ditemukan dalam keheningan dan relasi pribadi dengan Kristus. Paus mengajak umat, terutama kaum muda, untuk membuka diri lewat doa, Kitab Suci, dan kehidupan sakramental, serta meneladani Santo Yosef dalam mempercayakan diri pada Allah.
UNICEF Serukan Penghentian Perang di Timur Tengah karena Anak-Anak Menanggung Dampak Terburuk
Artikel ini menyoroti seruan mendesak UNICEF untuk menghentikan perang di Timur Tengah yang menyebabkan penderitaan besar bagi lebih dari 1,2 juta anak yang mengungsi di Iran dan Lebanon. UNICEF memperingatkan bahwa ribuan anak telah menjadi korban tewas atau terluka, sementara jutaan lainnya terpaksa meninggalkan rumah mereka akibat pengeboman tanpa henti. Ted Chaiban, Wakil Direktur Eksekutif UNICEF, menegaskan bahwa anak-anak kini menanggung beban krisis paling berat, dengan rumah, sekolah, dan fasilitas penting hancur serta kebutuhan kemanusiaan yang jauh melampaui bantuan yang tersedia. UNICEF meminta gencatan senjata segera, perlindungan warga sipil, akses kemanusiaan tanpa hambatan, dan dukungan pendanaan mendesak agar generasi anak yang terdampak tidak kehilangan masa depan.
Tahta Suci di PBB: Kebebasan Beragama Bukan Pilihan, Melainkan Hak Mendasar
Artikel ini membahas pernyataan Tahta Suci di PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) yang menegaskan bahwa kebebasan beragama adalah hak fundamental yang tidak dapat ditawar. Dalam konteks meningkatnya Islamofobia dan diskriminasi berbasis agama, ditegaskan bahwa pelanggaran terhadap kebebasan ini dapat merusak tatanan sosial, menumbuhkan ketakutan, dan memicu kekerasan. Mengacu pada ajaran Paus Leo XIV, artikel ini juga menekankan pentingnya dialog antaragama, pendidikan, dan literasi digital sebagai upaya membangun masyarakat yang damai, adil, dan saling menghargai dalam keberagaman.