Kembali
Pesan Hari Doa Panggilan Sedunia 2026: Menemukan Anugerah Allah di Kedalaman Hati
Waktu Terbit 26 Maret 2026
Penulis Jihan Nenci Meilinda

Paus Leo XIV merilis pesan resminya untuk Hari Doa Sedunia bagi Panggilan ke-63 yang akan diperingati pada Minggu, 26 April 2026, bertepatan dengan Hari Minggu Paskah IV atau yang dikenal sebagai Good Shepherd Sunday. Dalam pesannya, Paus menekankan bahwa setiap panggilan adalah anugerah tak ternilai yang diberikan Allah kepada Gereja dan kepada siapa pun yang menerimanya dengan sukacita.

 

Panggilan: Penemuan Interior atas Anugerah Allah

Paus Leo XIV menegaskan bahwa panggilan bukan pertama-tama soal tugas, tetapi pengalaman interior tentang kasih Allah yang tumbuh dalam hati manusia. Ia mengajak umat untuk merenungkan panggilan sebagai penemuan akan “karunia bebas dari Allah yang bertumbuh di kedalaman hati,” suatu proses yang hanya dapat dialami melalui keheningan, doa, dan keterbukaan terhadap pandangan penuh kasih dari Kristus, Sang Gembala Baik.

Paus menekankan bahwa Kristus, Gembala yang menyerahkan hidup-Nya bagi kawanan-Nya, menunjukkan bahwa hidup menjadi indah ketika dijalani bersama Dia. Keindahan Kristus, ujar Paus, tidak hanya dinikmati, tetapi juga mengubah dan memperindah siapa pun yang mengikuti-Nya. Beliau mengutip pengalaman Santo Agustinus yang menemukan makna dan cahaya ilahi setelah pergulatan panjang dalam hidupnya.

 

Panggilan sebagai Petualangan Cinta dan Kebahagiaan

Dalam pesannya, Paus menolak pandangan bahwa panggilan adalah suatu paksaan atau pola seragam yang harus diikuti. Ia menegaskan bahwa panggilan adalah petualangan cinta, kebebasan, dan kebahagiaan. Karena itu, Gereja dipanggil untuk memperbarui pelayanan panggilan dan karya pewartaan, terutama dengan menciptakan ekosistem iman yang sehat: keluarga, paroki, komunitas religius, serta para pelayan Gereja yang mampu mendampingi, memelihara, dan menumbuhkan benih panggilan. Beliau menegaskan bahwa panggilan hanya dapat bertumbuh dalam lingkungan yang diwarnai doa, pendampingan persaudaraan, dan hidup iman yang autentik.

 

Allah Mengenal dan Memanggil Setiap Pribadi

Paus menekankan bahwa setiap panggilan berakar pada pengalaman akan Allah yang mengenal dan mengasihi kita terlebih dahulu. Dengan kasih-Nya, Allah menyingkapkan jalan kekudusan dan pelayanan yang unik bagi setiap pribadi. Namun, kesadaran ini harus dibalas dengan keterbukaan hati melalui doa, sabda, sakramen, hidup menggereja, serta karya kasih.

Bagi kaum muda, Paus memberikan ajakan khusus untuk menyediakan waktu dalam adorasi Ekaristi, merenungkan Kitab Suci secara setia, serta terlibat penuh dalam hidup sakramental. Dalam keintiman dengan Kristus, mereka akan menemukan panggilan hidup mereka, baik dalam perkawinan, imamat, diakonat permanen, maupun hidup bakti.

 

Belajar Mempercayakan Diri: Teladan Santo Yosef

Paus kemudian mengangkat Santo Yosef sebagai teladan utama iman dan penyerahan diri, khususnya dalam situasi penuh ketidakpastian. Yosef tetap percaya pada Allah meskipun rencana hidupnya diguncang oleh peristiwa-peristiwa yang mengejutkan dan tidak dipahami sepenuhnya. Melalui ketaatan dan kepercayaannya, kata Paus, kita diajak memahami bahwa panggilan bertumbuh melalui kesetiaan di tengah kegelapan dan pergumulan.

 

Panggilan sebagai Proses yang Dinamis

Paus Leo XIV menutup pesannya dengan menegaskan bahwa panggilan bukanlah status yang langsung matang, tetapi perjalanan yang berkembang seiring relasi harian dengan Allah. Seperti pokok anggur dan ranting, kehidupan rohani harus selalu ditopang oleh persekutuan mendalam dengan Kristus, agar hidup dan panggilan dapat berbuah. Beliau mengundang semua orang beriman untuk berhenti sejenak, mendengarkan, dan mempercayakan diri kepada Allah setiap hari. Dengan demikian, panggilan yang diterima akan berkembang, membawa kebahagiaan, dan memperkaya Gereja serta dunia.

Paus juga memohon perantaraan Santa Perawan Maria agar mendampingi setiap pribadi dalam perjalanan panggilan mereka sebagai murid-murid Kristus.

 

Sumber: Castellano Lubov, D. (2026, 25 Maret). Pope's Vocations Day Message: “The Interior Discovery of God’s Gift”. Vatican News.

Link: https://www.vaticannews.va/en/pope/news/2026-03/pope-leo-s-world-day-of-vocations-message-2026.html

Mungkin Anda Tertarik
UNICEF Serukan Penghentian Perang di Timur Tengah karena Anak-Anak Menanggung Dampak Terburuk
Artikel ini menyoroti seruan mendesak UNICEF untuk menghentikan perang di Timur Tengah yang menyebabkan penderitaan besar bagi lebih dari 1,2 juta anak yang mengungsi di Iran dan Lebanon. UNICEF memperingatkan bahwa ribuan anak telah menjadi korban tewas atau terluka, sementara jutaan lainnya terpaksa meninggalkan rumah mereka akibat pengeboman tanpa henti. Ted Chaiban, Wakil Direktur Eksekutif UNICEF, menegaskan bahwa anak-anak kini menanggung beban krisis paling berat, dengan rumah, sekolah, dan fasilitas penting hancur serta kebutuhan kemanusiaan yang jauh melampaui bantuan yang tersedia. UNICEF meminta gencatan senjata segera, perlindungan warga sipil, akses kemanusiaan tanpa hambatan, dan dukungan pendanaan mendesak agar generasi anak yang terdampak tidak kehilangan masa depan.
Paus Leo XIV: Pesawat Seharusnya Membawa Damai, Bukan Perang dan Kehancuran
Dalam audiensi bersama ITA Airways dan Lufthansa Group, Paus Leo XIV menyampaikan apresiasi atas layanan profesional mereka dalam mendukung perjalanan apostolik Paus, sekaligus menegaskan bahwa pesawat seharusnya menjadi sarana perdamaian, bukan alat penghancur di medan perang. Paus menyoroti ironi bahwa teknologi penerbangan, yang seharusnya memajukan kemanusiaan, masih sering digunakan untuk serangan udara yang membawa ketakutan dan kehancuran. Ia menegaskan bahwa rute perjalanan Paus selalu dimaksudkan sebagai jembatan dialog dan persaudaraan, serta mengajak dunia untuk membangun “rute-rute damai di langit.”
Tahta Suci di PBB: Kebebasan Beragama Bukan Pilihan, Melainkan Hak Mendasar
Artikel ini membahas pernyataan Tahta Suci di PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) yang menegaskan bahwa kebebasan beragama adalah hak fundamental yang tidak dapat ditawar. Dalam konteks meningkatnya Islamofobia dan diskriminasi berbasis agama, ditegaskan bahwa pelanggaran terhadap kebebasan ini dapat merusak tatanan sosial, menumbuhkan ketakutan, dan memicu kekerasan. Mengacu pada ajaran Paus Leo XIV, artikel ini juga menekankan pentingnya dialog antaragama, pendidikan, dan literasi digital sebagai upaya membangun masyarakat yang damai, adil, dan saling menghargai dalam keberagaman.