UNICEF menyerukan penghentian
segera kekerasan di Timur Tengah serta akses kemanusiaan tanpa hambatan untuk
membantu lebih dari 1,2 juta anak yang terpaksa mengungsi di Iran dan Lebanon.
UNICEF memperingatkan bahwa satu generasi anak sedang terseret semakin dalam ke
dalam krisis dan membayar harga yang “sangat menghancurkan.”
Dalam sebuah pengarahan di Markas
Besar PBB di New York pada hari Senin, Wakil Direktur Eksekutif UNICEF, Ted
Chaiban, menggambarkan kondisi yang mengerikan dimana lebih dari 2.100 anak
telah tewas atau terluka sejak perang meletus tiga minggu lalu, termasuk 206
anak di Iran dan 118 anak di Lebanon. Ia menegaskan bahwa angka-angka tersebut
mewakili tragedi yang lebih luas bagi keluarga dan komunitas.
“Di balik angka-angka ini ada
orang tua, kakek-nenek, guru, saudara laki-laki dan perempuan,” kata Chaiban.
“Komunitas, kota, dan bangsa berada dalam kondisi syok.”
Jutaan Orang Mengungsi akibat
Serangan Tanpa Henti
Konflik yang semakin intens
menyebabkan jutaan warga sipil melarikan diri dari kawasan yang dibombardir.
Badan Pengungsi PBB (UNHCR) memperkirakan hingga 3,2 juta orang telah mengungsi
di Iran, termasuk sekitar 864.000 anak. Di Lebanon, lebih dari satu juta
penduduk mengungsi, termasuk 370.000 anak.
Pertempuran juga mendorong
pengungsi Suriah pulang ke negaranya: sekitar 90.000 orang telah kembali ke
Suriah sejak awal konflik, diikuti ribuan warga Lebanon yang terpaksa pindah.
Chaiban memperingatkan bahwa
sebelum eskalasi saat ini, 44,8 juta anak di Timur Tengah sudah hidup dalam
situasi konflik. Kondisi yang semakin memburuk ini akan meninggalkan dampak
jangka panjang bagi seluruh generasi.
Kebutuhan Darurat Meningkat,
Sementara Dana Tidak Cukup
Rumah, sekolah, rumah sakit, dan
fasilitas vital yang dibutuhkan anak-anak kini banyak yang rusak atau hancur.
Meskipun bantuan kemanusiaan terus diberikan, mulai dari makanan, air,
obat-obatan, hingga perawatan Kesehatan, kebutuhan di lapangan jauh melampaui
sumber daya yang tersedia.
UNICEF mencatat adanya kesenjangan
pendanaan sebesar 86% dalam penggalangan dana darurat, yang menghambat
kemampuan untuk menjangkau anak-anak yang paling rentan.
Seruan Mendesak: Gencatan
Senjata dan Akses Kemanusiaan
Atas nama anak-anak yang paling
terdampak, Ted Chaiban menyerukan gencatan senjata segera dan perlindungan bagi
warga sipil, akses kemanusiaan yang aman dan tanpa hambatan dan dukungan
pendanaan mendesak untuk mencegah krisis yang semakin parah
UNICEF yang berdiri sejak 1946
dan beroperasi di lebih dari 190 negara, menegaskan kembali komitmennya untuk
menyediakan bantuan kemanusiaan dan pembangunan bagi anak-anak dan keluarga
mereka yang sedang menghadapi krisis.
Sumber: Vatican News. (2026, March 24). UNICEF
appeals for end to Mideast war as children suffer devastation.