Kembali
Tema Hari Kakek-Nenek dan Lansia Sedunia ke-6
Waktu Terbit 11 Februari 2026
Penulis Jihan Nenci Meilinda

Vatikan mengumumkan tema untuk Hari Kakek-Nenek dan Lansia Sedunia ke-6, yakni “Aku takkan pernah melupakan engkau” (Yes. 49:15). Tema ini dipilih langsung oleh Paus Leo XIV, sebagaimana disampaikan oleh Dikasteri untuk Kaum Awam, Keluarga, dan Kehidupan dalam pernyataan resminya pada Selasa (10/02/2026).

Hari Kakek-Nenek dan Lansia Sedunia pertama kali ditetapkan oleh Paus Fransiskus pada tahun 2021 dan diperingati setiap Minggu keempat bulan Juli. Tahun ini, perayaan tersebut jatuh pada Minggu, 26 Juli 2026, bertepatan dengan pesta Santo Yoakim dan Santa Anna, orang tua Santa Perawan Maria dan pelindung para kakek-nenek.

Ungkapan Penghiburan dan Harapan dari Kitab Suci

Tema yang diambil dari Kitab Nabi Yesaya ini dimaksudkan sebagai pesan penghiburan dan harapan, khususnya bagi para kakek-nenek dan lansia yang hidup dalam kesendirian atau merasa dilupakan. Melalui tema ini, Gereja ingin menegaskan bahwa kasih Allah tidak pernah berkurang, bahkan di tengah kerapuhan usia lanjut.

Sekaligus, tema ini menjadi pengingat bagi keluarga dan komunitas Gereja agar tidak mengabaikan kehadiran para lansia, melainkan melihat mereka sebagai anugerah dan berkat yang memiliki peran penting dalam kehidupan iman dan sosial.

Makna Pastoral dan Kehadiran Gereja

Paus Leo XIV menegaskan bahwa peringatan Hari Kakek-Nenek dan Lansia Sedunia merupakan kesempatan konkret untuk menampakkan kedekatan Gereja dengan para lansia, serta untuk meneguhkan kontribusi mereka dalam keluarga, Gereja, dan masyarakat.

Bapa Suci juga mengajak seluruh umat beriman untuk merayakan hari tersebut secara khusus melalui perayaan Ekaristi di gereja katedral masing-masing keuskupan, sebagai tanda kesatuan dan perhatian Gereja universal terhadap para kakek-nenek dan lansia.

Ajakan untuk Gereja-Gereja Lokal

Dikasteri untuk Kaum Awam, Keluarga, dan Kehidupan mendorong Gereja-Gereja partikular, asosiasi, serta komunitas gerejawi di seluruh dunia untuk mengembangkan berbagai cara kreatif dalam merayakan Hari Kakek-Nenek dan Lansia Sedunia sesuai konteks lokal masing-masing.

Untuk mendukung perayaan tersebut, Dikasteri juga akan menyediakan sarana dan bahan pastoral khusus yang dapat digunakan sebagai panduan bagi keuskupan dan komunitas umat.

Melalui tema ini, Gereja kembali menegaskan bahwa dalam rencana keselamatan Allah, tidak seorang pun dilupakan, dan bahwa para kakek-nenek serta lansia tetap memiliki tempat yang berharga dalam kehidupan Gereja dan dunia.


Sumber:

Castellano Lubov, D. (2026, 10 Februari). “I will never forget you:” Theme for Sixth World Day for Grandparents and the Elderly. Vatican News.
Link: https://www.vaticannews.va/en/vatican-city/news/2026-02/vatican-announces-theme-for-world-day-grandparent-elderly-day.html

Mungkin Anda Tertarik
Pesan Hari Doa Panggilan Sedunia 2026: Menemukan Anugerah Allah di Kedalaman Hati
Artikel ini merangkum pesan Paus Leo XIV untuk Hari Doa Panggilan Sedunia 2026, yang menekankan bahwa panggilan adalah anugerah Allah yang ditemukan dalam keheningan dan relasi pribadi dengan Kristus. Paus mengajak umat, terutama kaum muda, untuk membuka diri lewat doa, Kitab Suci, dan kehidupan sakramental, serta meneladani Santo Yosef dalam mempercayakan diri pada Allah.
UNICEF Serukan Penghentian Perang di Timur Tengah karena Anak-Anak Menanggung Dampak Terburuk
Artikel ini menyoroti seruan mendesak UNICEF untuk menghentikan perang di Timur Tengah yang menyebabkan penderitaan besar bagi lebih dari 1,2 juta anak yang mengungsi di Iran dan Lebanon. UNICEF memperingatkan bahwa ribuan anak telah menjadi korban tewas atau terluka, sementara jutaan lainnya terpaksa meninggalkan rumah mereka akibat pengeboman tanpa henti. Ted Chaiban, Wakil Direktur Eksekutif UNICEF, menegaskan bahwa anak-anak kini menanggung beban krisis paling berat, dengan rumah, sekolah, dan fasilitas penting hancur serta kebutuhan kemanusiaan yang jauh melampaui bantuan yang tersedia. UNICEF meminta gencatan senjata segera, perlindungan warga sipil, akses kemanusiaan tanpa hambatan, dan dukungan pendanaan mendesak agar generasi anak yang terdampak tidak kehilangan masa depan.
Paus Leo XIV: Pesawat Seharusnya Membawa Damai, Bukan Perang dan Kehancuran
Dalam audiensi bersama ITA Airways dan Lufthansa Group, Paus Leo XIV menyampaikan apresiasi atas layanan profesional mereka dalam mendukung perjalanan apostolik Paus, sekaligus menegaskan bahwa pesawat seharusnya menjadi sarana perdamaian, bukan alat penghancur di medan perang. Paus menyoroti ironi bahwa teknologi penerbangan, yang seharusnya memajukan kemanusiaan, masih sering digunakan untuk serangan udara yang membawa ketakutan dan kehancuran. Ia menegaskan bahwa rute perjalanan Paus selalu dimaksudkan sebagai jembatan dialog dan persaudaraan, serta mengajak dunia untuk membangun “rute-rute damai di langit.”