Kembali
Tradisi dan Makna di Balik Bunga Emas Santa Perawan Maria
Waktu Terbit 06 Desember 2023
Penulis Admin IMAVI

Bunga Emas adalah lambang keistimewaan dan berkat kepausan yang telah diberikan oleh Paus kepada tokoh-tokoh terpilih dan tempat-tempat suci sepanjang sejarah Gereja Katolik. Salah satu pemberian Bunga Emas yang paling menarik adalah yang dipersembahkan oleh Paus kepada ikon Santa Perawan Maria, khususnya ikon Salus Populi Romani di Basilika St. Mary Major.

Tradisi pemberian Bunga Emas kepada ikon Santa Perawan Maria memiliki akar yang sangat tua, mencakup periode Abad Pertengahan. Bunga Emas menjadi simbol penghormatan Paus terhadap dedikasi seseorang atau suatu tempat terhadap iman dan kebaikan bersama. Tindakan ini melibatkan pemberian bunga emas yang dirancang dengan indah sebagai ekspresi dari keistimewaan dan berkat kepausan.

Pada Hari Peringatan Pengutusan Tanpa Noda, Paus Fransiskus akan melakukan gestur sejarah dengan memberikan Bunga Emas kepada ikon Salus Populi Romani di Basilika St. Mary Major. Ini bukanlah kali pertama Bunga Emas diberikan kepada ikon tersebut; preseden sebelumnya termasuk pemberian oleh Paus Yulius III pada tahun 1551 dan Paus Paulus V pada tahun 1613. Namun, Bunga Emas yang diberikan oleh Paus Francis membawa makna khusus karena ini adalah tindakan yang tidak dilakukan selama 400 tahun terakhir.

Basilika St. Mary Major telah menjadi tempat penting dalam sejarah kepausan, dan ikon Salus Populi Romani adalah salah satu yang paling dihormati di dunia Katolik. Paus Fransiskus memilih untuk memberikan Bunga Emas sebagai tanda nyata dari devosinya kepada Santa Perawan Maria dan memperkuat ikatan rohaniah antara Gereja Katolik dan kota Roma.

Menurut Paus, pemberian Bunga Emas ini menyoroti pentingnya rohaniah dan makna mendalam yang dimiliki oleh ikon Salus Populi Romani dalam kehidupan Gereja Katolik. Basilika St. Mary Major adalah tempat ziarah Mariani tertua di Barat yang didedikasikan untuk Bunda Allah, dan dengan gestur ini, Paus Fransiskus ingin menegaskan arti dan keagungan ikon tersebut.

Arkhipiskop Rolandas Makrickas, Komisioner Luar Biasa Basilika, menyambut dengan gembira gestur sejarah ini. Dia menyatakan bahwa pemberian Bunga Emas adalah suatu tindakan yang jelas mengekspresikan ikatan mendalam Paus dengan Santa Perawan Maria di bawah gelar Salus Populi Romani. Dia berharap bahwa umat Allah akan diperkuat dalam ikatan spiritual dan devosional mereka kepada Santa Perawan Maria dan memohon perdamaian untuk seluruh dunia.

Sebagai peristiwa yang langka dan bersejarah, pemberian Bunga Emas oleh Paus Fransiskus kepada ikon Salus Populi Romani memperkaya warisan keagamaan dan budaya Gereja Katolik. Gestur ini menjadi saksi dari pentingnya devosi kepada Santa Perawan Maria dalam iman Katolik dan mengingatkan umat tentang kehadiran rohaniah yang mendalam dalam tradisi-tradisi keagamaan.

Mungkin Anda Tertarik
Pesan Hari Doa Panggilan Sedunia 2026: Menemukan Anugerah Allah di Kedalaman Hati
Artikel ini merangkum pesan Paus Leo XIV untuk Hari Doa Panggilan Sedunia 2026, yang menekankan bahwa panggilan adalah anugerah Allah yang ditemukan dalam keheningan dan relasi pribadi dengan Kristus. Paus mengajak umat, terutama kaum muda, untuk membuka diri lewat doa, Kitab Suci, dan kehidupan sakramental, serta meneladani Santo Yosef dalam mempercayakan diri pada Allah.
UNICEF Serukan Penghentian Perang di Timur Tengah karena Anak-Anak Menanggung Dampak Terburuk
Artikel ini menyoroti seruan mendesak UNICEF untuk menghentikan perang di Timur Tengah yang menyebabkan penderitaan besar bagi lebih dari 1,2 juta anak yang mengungsi di Iran dan Lebanon. UNICEF memperingatkan bahwa ribuan anak telah menjadi korban tewas atau terluka, sementara jutaan lainnya terpaksa meninggalkan rumah mereka akibat pengeboman tanpa henti. Ted Chaiban, Wakil Direktur Eksekutif UNICEF, menegaskan bahwa anak-anak kini menanggung beban krisis paling berat, dengan rumah, sekolah, dan fasilitas penting hancur serta kebutuhan kemanusiaan yang jauh melampaui bantuan yang tersedia. UNICEF meminta gencatan senjata segera, perlindungan warga sipil, akses kemanusiaan tanpa hambatan, dan dukungan pendanaan mendesak agar generasi anak yang terdampak tidak kehilangan masa depan.
Paus Leo XIV: Pesawat Seharusnya Membawa Damai, Bukan Perang dan Kehancuran
Dalam audiensi bersama ITA Airways dan Lufthansa Group, Paus Leo XIV menyampaikan apresiasi atas layanan profesional mereka dalam mendukung perjalanan apostolik Paus, sekaligus menegaskan bahwa pesawat seharusnya menjadi sarana perdamaian, bukan alat penghancur di medan perang. Paus menyoroti ironi bahwa teknologi penerbangan, yang seharusnya memajukan kemanusiaan, masih sering digunakan untuk serangan udara yang membawa ketakutan dan kehancuran. Ia menegaskan bahwa rute perjalanan Paus selalu dimaksudkan sebagai jembatan dialog dan persaudaraan, serta mengajak dunia untuk membangun “rute-rute damai di langit.”