Kembali
Kardinal Pizzaballa: Penyalahgunaan Nama Tuhan untuk Perang adalah Dosa Terbesar
Waktu Terbit 18 Maret 2026
Nama Penulis Centrum Penelitian IMAVI

Kardinal Pierbattista Pizzaballa mengecam keras penggunaan nama Tuhan untuk membenarkan perang di Timur Tengah. Dalam sebuah webinar internasional, ia menegaskan bahwa menyalahgunakan nama Allah demi kepentingan konflik merupakan “dosa paling besar” yang dapat dilakukan manusia saat ini.

 

Perang Bukan Alasan Religius

Kardinal Pizzaballa menegaskan bahwa perang pada dasarnya bersifat politik dan didorong oleh kepentingan material, bukan alasan religius. Ia mengkritik penggunaan bahasa keagamaan untuk membenarkan kekerasan, termasuk ketika ayat Kitab Suci digunakan untuk mendukung tindakan militer. Menurutnya, hal tersebut bukan mencerminkan kehendak Tuhan, melainkan manipulasi manusia.

Kardinal menegaskan bahwa jika Tuhan hadir dalam situasi perang, maka Ia berada di pihak mereka yang menderita, seperti para korban, orang terluka, dan mereka yang tertindas, bukan pada pihak yang menggunakan nama-Nya untuk kepentingan kekerasan.

 

Seruan Gereja untuk Perdamaian

Menanggapi seruan Paus Leo XIV tentang gencatan senjata dan dialog, Kardinal Pizzaballa mengakui bahwa pesan tersebut mungkin tidak langsung didengar. Namun, ia menekankan bahwa Gereja harus terus menyuarakan kebenaran dan mengajak semua pihak untuk membangun masa depan yang lebih damai.

Kardinal mengingatkan bahwa segala sesuatu yang dibangun di atas kekerasan tidak akan bertahan lama, melainkan hanya menghasilkan ketakutan, kebencian, dan penderitaan yang berkepanjangan.

 

Peran Media dalam Konflik

Dalam kesempatan tersebut, Kardinal juga menyoroti pentingnya peran media. Ia menilai bahwa komunikasi dapat menjadi bagian dari konflik, baik untuk menyampaikan informasi maupun untuk membenarkan perang. Oleh karena itu, para jurnalis memiliki tanggung jawab besar untuk menyajikan informasi yang akurat dan membantu masyarakat memahami situasi secara kritis.

 

Krisis Kemanusiaan di Gaza dan Tepi Barat

Kardinal Pizzaballa juga mengungkapkan keprihatinannya terhadap situasi kemanusiaan di Jalur Gaza dan West Bank (Tepi Barat). Ia menyebutkan bahwa jutaan orang masih hidup dalam kondisi yang sangat memprihatinkan, dengan banyak yang kehilangan tempat tinggal, akses kesehatan terbatas, dan minimnya kebutuhan dasar.

Selain itu, situasi di Tepi Barat terus memburuk dengan meningkatnya kekerasan dan pembatasan mobilitas bagi warga Palestina. Kebijakan terbaru yang membatasi pengakuan akademik dan akses ekonomi juga dinilai akan memperparah kondisi masyarakat, termasuk berdampak pada pendidikan.

 

Seruan untuk Kebenaran dan Kemanusiaan

Mengakhiri pernyataannya, Kardinal Pizzaballa mengajak semua pihak untuk tidak berhenti menyuarakan kebenaran di tengah konflik. Ia menegaskan bahwa iman seharusnya menjadi sumber perdamaian, bukan alat untuk membenarkan kekerasan.


Sumber: Bordoni, L. (2026, 17 Maret). Cardinal Pizzaballa: Abusing God’s name for war is the gravest sin. Vatican News.

Link: https://www.vaticannews.va/en/church/news/2026-03/cardinal-pizzaballa-middle-east-war-abuse-god-s-name-gaza-israel.html