Paus Leo XIV kembali menyerukan
gencatan senjata dan dialog damai dalam pernyataan singkat kepada para jurnalis
yang menantinya di luar Villa Barberini, kediamannya di Castel Gandolfo. Dalam
situasi global yang terus memburuk, Paus menegaskan bahwa perdamaian tidak
dapat dicapai melalui senjata, melainkan melalui dialog yang tulus dan solusi
yang adil bagi semua pihak.
“Saya ingin memperbarui seruan
untuk gencatan senjata, untuk bekerja demi perdamaian, tetapi bukan dengan
senjata. Dengan dialog, sungguh mencari solusi bagi semua,” ujar Paus dalam
pernyataannya pada Selasa malam.
Paus Leo XIV menyampaikan
keprihatinannya atas meningkatnya kebencian, kekerasan yang terus memburuk,
lebih dari satu juta orang yang terisolasi, serta tingginya jumlah korban jiwa
akibat konflik yang sedang berlangsung. Beliau meminta semua otoritas dan
pemimpin dunia benar-benar bekerja untuk menyelesaikan masalah melalui jalan
dialog, bukan eskalasi militer.
Seruan itu melanjutkan pesan kuat
yang sebelumnya diungkapkan Paus pada Doa Angelus hari Minggu (22/03),
ketika beliau menyampaikan rasa “duka mendalam” atas situasi di Timur Tengah
serta berbagai wilayah lain yang “dicabik perang dan kekerasan.” Paus
menegaskan bahwa penderitaan para korban tidak boleh diabaikan, “Kita tidak
dapat berdiam diri di hadapan penderitaan begitu banyak orang tak berdaya. Apa
yang melukai mereka, melukai seluruh umat manusia.”
Paus kembali meminta umat beriman
di seluruh dunia untuk tekun berdoa, memohon agar permusuhan segera dihentikan
dan jalan menuju perdamaian terbuka, berdasarkan dialog yang tulus dan
penghormatan terhadap martabat setiap pribadi manusia.
Sumber: Vatican News. (2026, 24 Maret). Pope:
Authorities must pursue ceasefire and peace through dialogue. Castel
Gandolfo.